“Dulu Bojonegoro dikenal Kota Ledre,” kata Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat memberi sambutan di acara Kalender Event, Rabu (18/3/2026). Seiring waktu, sebutan Kota Ledre ternyata mulai menghilang.
Dulu, kata Bupati, pada era tahun 2010 an, Ledre memang menjadi kue khas oleh-oleh asli Bojonegoro. Meski ledre itu tidak ada cap Bojonegoro, banyak orang tetap memberikan identitas bahwa ledre itu dari Bojonegoro. Pusat produksinya ada di Kecamatan Padangan. Kekuatan identitas itulah yang harus kembali direbut.
Ledre memang Bojonegoro banget. Sayangnya, semakin ke sini ledre makin meredup. Perlu ada inovasi, semisal membuat ledre yang langsung sekali hap masuk mulut. Karena jika ukuran panjang maka ketika dimakan, sisanya di tangan akan ambyar dan mengotori baju. Meski kue kering, tapi remah-remah ledre akan membuat orang berpikir dua kali memakannya. Akan berbeda jika dipotong kecil-kecil yang langsung bisa dimakan.
Dari satu hal tentang identitas daerah, Bupati kemudian memperluas cara berpikir mengembangkan pariwisata Bojonegoro. Hal terpenting yang selalu ditekankan adalah koordinasi semua organisasi perangkat daerah. Berkali-kali, Bupati menekankan agar OPD tidak mementingkan egonya saja.
Persoalan pariwisata adalah bagaimana menemukan titik-titik potensi wisata, yang kemudian ditentukan apa saja support yang diperlukan. Lewat koordinasi OPD, pariwisata akan bisa maju. Semisal ada satu objek wisata, yang membutuhkan infrastruktur, maka dinas terkait bisa memberi support. Jika objek wisata memerlukan UMKM, maka warga didorong untuk membuat UMKM. Jika objek wisata membutuhkan embung, maka Dinas PU Cipta Karya bisa membangun.
“Ini yang namanya kolaborasi. Ini PR bersama,” tegas Wahono. Ia juga menyoroti peran camat dalam pengembangan pariwisata. Camat adalah pejabat yang memiliki wilayah, sehingga sangat wajar jika beban kerja camat cukup berat. Camat tanpa melalui pemilihan dan telah memperoleh wilayah. Sehingga hal itu perlu sepadan dengan tanggungjawab yang diemban. Camat harus mampu memetakan potensi wilayahnya.
“Tidak perlu formal-formal. Oret-oretan tangan juga tidak apa-apa diajukan ke saya,” tegas Bupati. Dan memang Bupati Wahono adalah sosok yang pengen gerak cepat dalam membangun Bojonegoro
Memang, identitas daerah adalah nomor satu. Dampaknya akan meluber ke berbagai bidang. Investasi akan masuk, UMKM berkembang, pariwisata naik, dan seterusnya. Oleh karena itu, Bupati terus mendorong untuk selalu bersinergi membangun pariwisata Bojonegoro.
“Termasuk BUMD juga harus berpikir. Mana pariwisata yang bisa dieksplorasi. Apa yang dibutuhkan, apa yang perlu disiapkan,” tegasnya.








