Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Sastra

4 Tips Produktif Menulis Ala JFX Hoery, Sang Maestro Sastra Jawa Bojonegoro

Mukaromatun Nisa
29/04/2026

JFX Hoery di rumahnya saat dikunjungi tim Jurnalistik Trip keempat edisi sowan penulis yang diadakan oleh Mastumapel/Foto: Nisa

Salah satu maestro Sastra Jawa yang dimiliki Bojonegoro, JFX Hoery, punya cara tersendiri untuk merawat semangat menulis. Kepada peserta Jurnalistik Trip yang berkunjung ke rumahnya pada Sabtu (25/4/2026), ia membagikan cerita di balik produktif menulisnya dari kecil hingga usia sekarang, 81 tahun.

Hoery bercerita sambil memperlihatkan koleksi-koleksi arsipnya di lantai 2 rumahnya. Ada majalah-majalah bahasa Jawa yang ia tulis dan kelola, ada buku-buku karya penulis Bojonegoro, ada buku-buku sejarah Bojonegoro juga Blora sampai karya-karya Pramoedya Ananta Toer yang lengkap.

Laki-laki yang sudah menulis 22 buku tersebut sudah menyukai menulis terutama Sastra Jawa sejak ia kecil. Menurutnya, ada beberapa hal yang ia lakukan untuk terus produktif menulis. Bahkan di usia sekarang, ia tengah penggarap buku selanjutnya yang berjudul Pamaring Kawula Gusti.

Berikut ini 4 tips produktif menulis yang dibagikan Hoery:

1. Banyak Membaca

JFX Hoery gemar sekali membaca. Membaca apa saja yang bisa. Menurutnya, semakin banyak membaca, ia semakin bisa banyak menulis.

Di usia saat ini, ia sering tidak bisa tidur. Dari pada bengong atau memikirkan hal yang tidak perlu, ia gunakan waktunya untuk membaca. Tidak selalu buku Jawa, tapi buku apa saja yang ada di dekatnya. Kadang juga digunakan untuk menulis.

Dari dulu hingga sekarang, Hoery selalu membawa buku saat berpergian. Menunggu anak di luar gerbang sekolah, ia lakukan dengan membaca. Ada sedikit senggang, ia membaca kembali.

“Sampai-sampai teman saya itu gini, kamu tidak bosan setiap ada waktu selalu membaca?” cerita Hoery.

Menurutnya, ia tidak bosan membaca. Baginya membaca itu menyenangkan dan bisa membuatnya banyak menulis.

2. Banyak Mendengar Cerita

Awal mula Hoery suka menulis adalah ketika mendengar geguritan yang didendangkan saat upacara adat bayi yang dilakukan masyarakat setempat. Ia merasa geguritan begitu indah. Dari sana, ia mulai mencoba menulis dan majalah pertama yang menampung tulisannya adalah Majalah Taman Putro.

Di sekolah, Hoery juga sering mendengar gurunya bercerita sebelum pelajaran. Mendengar banyak cerita membuat semangat Hoery menulis menjadi lebih banyak. Mendengar cerita juga menjadi salah satu jalan melahirkan inspirasi untuk menulis.

3. Membawa Buku Catatan Setiap Kali Pergi

Ternyata proses menulis Hoery tidak langsung dari dapat ide, menulis langsung jadi. Sering kali idenya dikunci dulu dengan menulis deskripsi singkat di buku kecil atau note. Baru ketika ada waktu luang, ia mengembangkan ide tersebut untuk menjadi tulisan lengkap.

“Kadang kalau di atas sepeda ada ide terus pas lampu merah itu saya berhenti, mencatat deskripsinya. Lalu nanti saya tulis kalau sudah sampai,” terang Hoery.

4. Memanfaatkan Waktu Luang dengan Menulis  

Hoery merasa waktu luang harus digunakan untuk menulis atau membaca. Begitu pula ketika ia merasa sulit tidur, selain membaca, ia juga akan menulis.

Ia selalu merasa lebih baik untuk menulis dari pada waktunya terbuang sia-sia.

Tags: JFX HoeryJurnalistik TripTips Menulis
Previous Post

JFX Hoery: Umurku Lagi Wolung Puluh Siji

Next Post

Bahasa Jawa dan JFX Hoery

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Tawa Riang di Festival Bocah Dolanan  

Tawa Riang di Festival Bocah Dolanan  

17/07/2026
Tersesat di Hutan dan Obrolan Buku “Range” yang Belum Selesai

Tersesat di Hutan dan Obrolan Buku “Range” yang Belum Selesai

12/07/2026
Mengenal Sosok Titie Said, Jurnalis dan Novelis asal Bojonegoro yang 2 Periode Pernah Jadi Ketua LSF

Mengenal Sosok Titie Said, Jurnalis dan Novelis asal Bojonegoro yang 2 Periode Pernah Jadi Ketua LSF

20/07/2026
Ketua Tanfidziah MWCNU Ngasem: Menulis Memperpanjang Umur

Ketua Tanfidziah MWCNU Ngasem: Menulis Memperpanjang Umur

02/08/2026
Usung Pengembangan Potensi Lokal Berbasis SDGs, KKN-TK Universitas Bojonegoro Kelompok 20 Resmi Dibuka di Desa Meduri

Usung Pengembangan Potensi Lokal Berbasis SDGs, KKN-TK Universitas Bojonegoro Kelompok 20 Resmi Dibuka di Desa Meduri

15/07/2026
Madrasah Jurnalensa, Ruang Bersama Belajar Jurnalistik Bagi “Jurnalis NU”

Madrasah Jurnalensa, Ruang Bersama Belajar Jurnalistik Bagi “Jurnalis NU”

19/07/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023