Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Berita

Catatan Pendek Sebelum Nonton The Odyssey

M Tohir
17/07/2026
Catatan Pendek Sebelum Nonton The Odyssey

Catatan ini saya buat sembari menanti jam tayang the Odyssey hari ini, Kamis 16 Juli 2026. Ini adalah hari kedua film garapan Cristopher Nolan yang tayang di Indonesia. Saya menontonnya di bioskop IMAX di Surabaya.

Saya menjadwalkannya hari Rabu kemarin sebenarnya, tetapi set tempat duduk di studio sudah penuh terpesan dan hanya menyisakan bangku depan. Itu berlaku untuk semua bioskop IMAX di Surabaya. Itu artinya bisa jadi memang banyak orang yang menanti film ini tayang dan ingin nonton di hari pertama. Seperti saya yang juga menunggu film ini sejak lama. Cuplikan pendek (tapi ini bukan trailer) berdurasi 1 menit yang muncul di sela-sela iklan bioskop pada pertengahan tahun lalu membuat kesabaran saya terkikis. Barangkali itu juga dirasakan banyak orang, terutama penggemar berat film garapan Cristopher Nolan.

Saya membeli buku the Odyssey dulu beberapa Minggu sebelum film ini tayang untuk membantu memudahkan pemahaman. Film ini merupakan adaptasi dari karya Homer yang sebanding dengan Mahabarata atau Ramayana. Kalau Mahabarata dan Ramayana itu India maka Odyssey ini dari Yunani. Seperti halnya Ramayana dan Mahabarata, kisahnya juga melibatkan banyak tokoh. Kalau Mahabaratha atau Ramayana saya lebih akrab dengan tokoh-tokohnya. Tidak dengan Odyssey.

Sekilas tentang Homer

Homer hidup pada abad ke 8 sebelum masehi saat tulisan belum dikenal. Karena itu banyak yang janggal apakah dia benar-benar penulis the Odyssey sebab di zaman itu belum ada tradisi tulis. Barangkali dia adalah penutur seperti Walmiki yang keliling kampung untuk menjual cerita. Sebuah pengetahuan di zaman itu disebarluaskan dari mulut ke telinga. Bukan melalui teks tertulis.

The Odyssey sendiri merupakan kisah lanjutan dari Iliad karya Homer juga. Kalau di Iliad ceritanya seputar perang Troya, maka The Odyssey ceritanya adalah kejadian setelah perang besar itu berakhir. Odyseus, otak di balik kemenangan perang Troya, yang hendak pulang kembali ke negerinya ternyata menemui hambatan yang tak mudah sampai membutuhkan waktu 10 tahun. Ditambah sepuluh tahun perang Troya berjalan, berarti 20 tahun dia meninggalkan negerinya. Di negerinya yang dia tinggal, tragedi demo tragedi juga terjadi.

Mengenai tragedi pasca perang, saya teringat Kitab Omong Kosong karya Seno Gumira Ajidarma. Buku itu merupakan interpretasi SGA terhadap Ramayana, lebih tepatnya kejadian pasca perang besar itu. Saya membayangkan cerita The Odyssey ini mirip kisah setelah perang di Ramayana itu. Bukan kedamaian yang didapat setelah perang dimenangkan. Akan tetapi tragedi demi tragedi kemanusiaan makin merajalela.

Kisah the Odyssey bukan cerita baru. Kisah ini akrab di berbagai lapisan masyarakat. Terutama masyarakat barat yang menjadikan peradaban Yunani sebagai titik tolak zaman. Lantas apa pentingnya film ini kalau begitu? Kalau buat saya itu tetap penting. Orang selalu punya perspektif yang berbeda. Seperti halnya satu makanan tertentu bisa memunculkan penilaian yang beragam.

Film Nolan Pertama yang Sepenuhnya Menggunakan Kamera IMAX

Alasan lain saya menonton film ini dengan antusias adalah ini digarap oleh Cristopher Nolan, salah satu sutradara kesukaan saya. Dia dikenal sebagai sutradara yang totalitas dalam produksi filmnya. Risetnya panjang dan eksekusinya dikenal mengandalkan kemampuan alami manusia. Dia tidak menggunakan green scene atau CGI untuk mengatasi kesulitan-kesulitan. Dia juga dikenal tidak menggunakan media sosial atau ponsel pintar dalam kesehariannya. Dia kerap mengetuk pintu rumah produser ataupun aktor rekan kerjanya untuk sekadar mengantarkan skrip cerita film atau berdiskusi. Dia juga dikenal sangat humbel dan akrab dengan partner kerjanya, termasuk aktor. Di film sebelumnya, Oppenheimer, yang menang Oscar itu, dia bahkan minta maaf kepada Florence Puge karena dapat peran sedikit.


The Odyssey ini adalah film Nolan pertama yang dishoot dengan kamera IMAX sepenuhnya. Filmnya yang dulu-dulu tidak seratus persen. Hanya di bagian-bagian tertentu. Ada banyak jenis kamera IMAX, di antaranya digital dan analog. Nolan memilih yang analog, yang jadul.

Masalahnya kamera jenis ini sangat berat, karena itu untuk film ini Nolan sampai memesan kepada perusahaan IMAX untuk membuat unit kamera khusus yang tidak terlalu berat.

Karena dishoot dengan kamera IMAX, film ini akan sempurna bila ditonton di bioskop IMAX tentunya. Sayang sekali di Indonesia ini bioskop IMAX belum merata. Di pulau Jawa hanya ada di Jakarta dan Surabaya. Bukannya menonton di selain bioskop IMAX tidak boleh. Akan tetapi menonton di IMAX lebih afdal.

Para Aktor

Banyak aktor papan atas terlibat dalam film ini. Di antaranya Mat Dammon, Anne Hathaway, Zendaya, Tom Holland, Robert Pattinson, Lupita Nyong’o, Charlize Theron dan masih banyak lagi aktor lainnya. Pengisi musiknya adalah Ludwig Göransson, yang juga mengisi di Oppenheimer. Ludwig juga yang mengisi musik Black Panther, Tenet, dan film besar lainnya. Musik latar atau scoring ini sangat penting dalam menunjang cerita, mengiringi perasaan tokoh cerita, menghidupkan suasana dan menyentuh jiwa penonton.

Catatan ini saya sudahi karena 5 menit lagi pintu studio akan dibuka. Berikutnya nanti saya akan membuat catatan panjang setelah nonton the Odyssey.

Tags: FilmOdysseyreview film
Previous Post

Kolaborasi dengan Mastumapel.com, Perpustakaan Unugiri Gelar Obrolan Buku Karya Lilik Budi Witoyo

Next Post

Tawa Riang di Festival Bocah Dolanan  

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Menyantap Mie Ayam “Terenak” Rahayu, Pilihan Menunya Paling Banyak di Bojonegoro   

Menyantap Mie Ayam “Terenak” Rahayu, Pilihan Menunya Paling Banyak di Bojonegoro   

30/06/2026
Catatan Pendek Sebelum Nonton The Odyssey

Catatan Pendek Sebelum Nonton The Odyssey

17/07/2026
Ngopi di Warkop dan Langkah Kecil Keluar dari Algoritma

Ngopi di Warkop dan Langkah Kecil Keluar dari Algoritma

25/06/2026
Pleret dan Kenangan Masa Kecil

Pleret dan Kenangan Masa Kecil

30/06/2026
Kisah Masa Kecil Sudharmono Wapres ke-5 RI, Anak Carik Kabalan dan Cucu Camat Balen 

Kisah Masa Kecil Sudharmono Wapres ke-5 RI, Anak Carik Kabalan dan Cucu Camat Balen 

07/07/2026
Berkubu Buku

Berkubu Buku

14/07/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023