Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Catatan dari Pinggiran Hutan Jati: Menyalakan Api Cita-Cita Anak di SMPN Satu Atap Soko Temayang

Prawoto
12/08/2026
Catatan dari Pinggiran Hutan Jati: Menyalakan Api Cita-Cita Anak di SMPN Satu Atap Soko Temayang

Satu bulan sudah saya berada di sini. Di SMP Negeri Satu Atap Soko (NESASO). Membuat saya belajar bahwa perjuangan tidak selalu dimulai dari tempat yang mudah. Ada perjuangan yang tumbuh dari pedalaman hutan, dari jalan yang berbelok, jalan terjal dan berbatu. Seringkali menjadikan perjalanan menggunakan motor ini terasa lebih panjang dari jarak tempuh normal.

Namun, justru di tempat-tempat seperti inilah saya menemukan makna tentang menjadi guru. Di sekolah kecil yang berada di kawasan hutan Temayang ini, para guru tidak sekadar datang untuk mengajar. Kami datang membawa sesuatu yang jauh lebih besar: harapan. Kami para guru menyalakan api cita-cita di mata anak-anak yang tumbuh jauh dari gemerlap pusat kota. Anak-anak yang mungkin tidak memiliki banyak pilihan, tetapi tetap berhak memiliki mimpi yang besar. Di sinilah perjuangan itu menjadi nyata.

Guru-guru NESASO sedang memperjuangkan masa depan anak-anak. Tetapi, pada saat yang sama, sesungguhnya mereka juga sedang memperjuangkan dirinya sendiri. Memperjuangkan kehidupan yang bermakna, kebahagiaan yang tidak selalu datang dari kemudahan, dan kepuasan batin karena hidupnya dapat menjadi manfaat bagi orang lain.

Mungkin inilah salah satu bentuk kebahagiaan yang paling sunyi, tetapi paling dalam maknanya. Ketika kita menemukan diri kita sendiri justru dengan memberikan nilai diri kita kepada kehidupan orang lain.

Perjananan menuju SMPN Satu Atap Soko Temayang

Satu bulan ini menjadi catatan kecil yang berarti bagi saya, bahwa ternyata banyak hal yang layak diperjuangkan. Bukan hanya target, program, angka, atau capaian sekolah. Karena ada manusia di dalamnya. Ada anak-anak dengan cita-cita yang sedang tumbuh. Ada guru-guru yang setiap hari memilih untuk tetap hadir melintasi medan berat, jalanan naik turun dan terjal berbatu. Selalu terselip harapan yang harus terus dijaga agar tidak padam hanya karena keadaan.

Dan kemudian saya pun belajar dari jalan yang kami para guru lalui setiap hari. Jalan boleh terjal. Jalan boleh berbatu. Jalan boleh rusak dan berliku. Tetapi jalan tidak boleh merusak kebahagiaan. Seberapa terjal bebatuan jalan yang harus dilewati, ia hanya berada di bawah kaki kita. Jangan biarkan ia naik ke kepala, menguasai pikiran, lalu merampas ketenangan yang seharusnya menjadi milik kita.

Jarak boleh terasa jauh. Keadaan boleh terbatas. Fasilitas boleh sederhana. Tantangan boleh datang silih berganti. Tetapi kebahagiaan harus tetap memiliki tempat yang kokoh di dalam diri kita. Sebab kebahagiaan tidak seharusnya menunggu jalan menjadi mulus. Kebahagiaan tidak harus menunggu keadaan menjadi sempurna. Kebahagiaan tidak boleh bergantung kepada seberapa dekat kita dengan pusat keramaian kota, seberapa mudah perjalanan kita, atau seberapa lengkap fasilitas yang kita miliki. Kebahagiaan harus lahir dari cara kita memandang kehidupan. Ia harus tinggal di dalam pikiran, bersemayam di sudut-sudut jiwa, dan menjadi ketenangan yang kita bawa ke mana pun kita pergi.

Perjananan menuju SMPN Satu Atap Soko Temayang

Maka, ketika roda motor melewati bebatuan, kita tetap bisa tersenyum dan melambaikan tangan. Ketika tanjakan terasa panjang, kita tetap bisa menikmati perjalanan. Ketika jalan berbelok dan keadaan tidak sesuai harapan, kita tetap bisa berkata dalam hati: inilah jalan yang sedang dipercayakan kepadaku.

Barangkali bukan jalan yang harus berubah agar kita bahagia. Kitalah yang harus belajar menemukan kebahagiaan di sepanjang jalan. Sebab hidup bukan hanya tentang sampai di tujuan. Hidup juga tentang bagaimana kita berjalan, siapa yang kita temui, siapa yang kita bantu, dan jejak kebaikan apa yang kita tinggalkan sepanjang perjalanan. Saya semakin percaya bahwa menjadi guru di tempat seperti NESASO bukanlah pekerjaan yang kecil.

Dari tempat yang mungkin disebut pedalaman, kita sedang menyalakan cahaya. Dari sekolah yang mungkin sederhana, kita sedang menumbuhkan cita-cita. Dari jalan berbatuan, kita sedang membangun jalan menuju masa depan anak-anak. Dan dari perjuangan untuk orang lain, kita justru sedang menemukan makna bagi kehidupan kita sendiri. Inilah takdir yang sedang kami jalani, menjalaninya dengan sebaik-baiknya, menjadikannya ruang untuk tumbuh dan bermanfaat.

Satu bulan ini belumlah cukup untuk memahami semuanya. Tetapi cukup untuk menyadarkan saya bahwa ada banyak hal yang pantas dicintai dari sebuah perjuangan. NESASO mengajarkan saya satu hal sederhana: jangan menunggu jalan menjadi mudah untuk merasa bahagia. Berbahagialah, lalu berjalanlah. Sebab jalan yang terjal sekalipun akan terasa lebih ringan ketika hati tidak lagi sibuk mengeluhkan perjalanan.

Jalan boleh terjal.

Bebatuan boleh menghadang.

Tanjakan boleh semakin menantang.

Jarak boleh terasa lama.

Tetapi kebahagiaan kita tidak boleh dirampas oleh semuanya itu.

Karena pada akhirnya, kita bukan sedang sekadar memperjuangkan sekolah, bukan sekadar memperjuangkan anak-anak, dan bukan sekadar memperjuangkan pekerjaan. Kita sedang memperjuangkan kehidupan ini, dengan cara yang paling indah: menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Alhamdulillah, I love U NESASO

—

SMPN Satu Atap Soko Temayang Bojonegoro, 10 Agustus 2026

___

*) Prawoto adalah Kepala SMPN Satu Atap Soko Temayang

Tags: BojonegoroPerjuangan PendidikanSMPN Satu Atap Soko Temayang
Previous Post

Ketua Tanfidziah MWCNU Ngasem: Menulis Memperpanjang Umur

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Mengenal Sosok Titie Said, Jurnalis dan Novelis asal Bojonegoro yang 2 Periode Pernah Jadi Ketua LSF

Mengenal Sosok Titie Said, Jurnalis dan Novelis asal Bojonegoro yang 2 Periode Pernah Jadi Ketua LSF

20/07/2026
Obrolan Minggu Malam Mastumapel: Ke Mana Arah Jalan Radio di Era TikTok?

Obrolan Minggu Malam Mastumapel: Ke Mana Arah Jalan Radio di Era TikTok?

27/07/2026
Catatan Pendek Sebelum Nonton The Odyssey

Catatan Pendek Sebelum Nonton The Odyssey

17/07/2026
Madrasah Jurnalensa, Ruang Bersama Belajar Jurnalistik Bagi “Jurnalis NU”

Madrasah Jurnalensa, Ruang Bersama Belajar Jurnalistik Bagi “Jurnalis NU”

19/07/2026
Berkubu Buku

Berkubu Buku

14/07/2026
Usung Pengembangan Potensi Lokal Berbasis SDGs, KKN-TK Universitas Bojonegoro Kelompok 20 Resmi Dibuka di Desa Meduri

Usung Pengembangan Potensi Lokal Berbasis SDGs, KKN-TK Universitas Bojonegoro Kelompok 20 Resmi Dibuka di Desa Meduri

15/07/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023