Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bojonegoro Utara

Cerita Rakyat Punden Mbah Gimbal, Tokoh Penyebar Islam di Bringan-Gayam

Eni Puspita Sari
16/08/2024
Cerita Rakyat Punden Mbah Gimbal, Tokoh Penyebar Islam di Bringan-Gayam

Punden Mbah Gimbal di Bringan, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Bojonegoro/Foto: Eni

Desa Ngraho Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, memiliki tiga dusun. Ngraho, Bulu dan Bringan. Di RT 13 RW 01 Dusun Bringan terdapat punden atau makam yang cukup dikenal masyarakat. Punden Mbah Gimbal.

***

Menuju punden, ada jalan paving yang tak begitu lebar tapi cukup untuk kendaraan roda empat. Dari kejauan, tampak pemakaman tanpa pagar berada di tengah hamparan lahan sawah. Sekitarnya ditumbuhi pepohonan rindang. Di situlah punden Mbah Gimbal. Letaknya berbeda, karena ada batu nisan dan berpagar kayu sederhana berwarna hijau. Di dekatnya terdapat pohon besar yang rindang, semakin menambah suasana hening.

Siapa Mbah Gimbal? Warga menyebutnya sebagai leluhur cikal bakal Dusun Bringan. Di tempat ini, warga sekitar rutin melakukan sedekah bumi setiap Jumat pon di bulan Muharram atau ulan Suro. Selain itu warga sekitar melakukan  tahlil dan doa bersama setiap sore Kamis pahing di punden untuk menghormati sosok pendahulu Mbah Gimbal.

Kegiatan syukuran nasi tumpeng dan pembacaan tahlil di makam bersama dianggap pemandangan yang lumrah bagi warga Bringan. Kegiatan seperti ini dipercaya sebagai ungkapan bukti rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga warga menyakini bukanlah syirik.

Punden Mbah Gimbal di Bringan/Foto: Eni

Sarmin, sesepuh dan juru kunci Punden Mbah Gimbal, ketika saya temui pertengahan Juli 2024 menceritakan bahwa punden sudah lama ada sejak dulu, meski tak diketahui pasti tepatnya. Kisah Mbah Gimbal diceritakan turun temurun hingga kini.

Mbah Gimbal adalah sosok orang yang babat alas atau membuka hutan yang kemudian jadi permukinan Dusun Bringan. Konon Mbah Gimbal memiliki nama asli Imam Syahri. Ia perajurit kerajaan yang melarikan diri dari kejaran Belanda mencari tempat persembunyian. Hingga sampailah ia di Bringan. Mbah Gimbal mempunyai lima saudara yang makamnya berada di tempat berbeda. Sebagian makam dikenal sesuai nama desa tempatnya.

“Mbah gimbal punya lima saudara, Mbah Janjang, Mbah Donan, Mbah Gerit, Mbah Gimbal, Mbah Pung, Mbah Sudu,“ tutur Sarmin.

Makam Mbah Janjang berada di Desa Janjang (di Kabupaten Blora). Mbah Donan di desa Donan, Kecamatan Purwosari. Mbah Gerit di Desa Korgan, Kecamatan Purwosari. Mbah Pung di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. Mbah Sudu di Desa Sudu, Kecamatan Gayam.

Cerita tentang Mbah Gimbal lainnya diungkapkan oleh M. Muslim, modin Bringan. Menurut dia, ada dua versi cerita Mbah Gimbal. Versi pertama bahwa Mbah Gimbal masih termasuk perajurit kerajaan Majapahit. Versi kedua cerita turun temurun yang dipercaya warga sekitar, yakni tokoh penyebar agama Islam di Bringan.

Pak Muslim modin Bringan/Foto: Eni

Mbah Gimbal memiliki santri dan suka memberi mereka makan. Pada suatu waktu Mbah Gimbal sedang bertengkar dengan saudara laki-lakinya bernama Mbah Poeng yang sekarang pundennya terdapat di Dusun Ngraho. Singkat cerita Mbah Poeng menendang kendi atau basi yang digunakan Mbah Gimbal untuk memasak nasi hingga nasi tumpah berserakan di tubuh dan rambut Mbah Gimbal.

“Ketika masak, Mbah Poeng menendang basi yang digunakan Mbah Gimbal untuk ngeliwet nasi. Akhirnya nasi jibrat gimbal di tubuh Mbah Gimbal,” cerita Muslim, Kamis (15/8/2024). Cerita ini kono diperoleh dari tirakat ‘orang pintar’ yang melihat alam gaib.

Muslim menambahkan Mbah Gimbal juga masih berkerabat dengan Mbah Menak Anggrung yang makamnya di Kuncen, Padangan. Namun, soal ini masih belum ditemukan bukti kuat tentangnya.[nf]

Tags: Cerita RakyatDusun BringanFolkloreMakam Mbah GimbalPunden Mbah Gimbal. Bojonegoro
Previous Post

Mangrove Center Sedayulawas Merawat Alam, Sebarkan ‘Virus’ Cinta Lingkungan ke Siswa

Next Post

Crita Cekak Jonegoroan Dening Nono Warnono: Ngutil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Bertemu JFX Hoery: Menimba Ilmu, Membawa Pulang Bahagia

Bertemu JFX Hoery: Menimba Ilmu, Membawa Pulang Bahagia

12/05/2026
Peringati WPFD 2026, AJI Bojonegoro Gelar Diskusi Merawat Kemerdekaan Pers untuk Publik

Peringati WPFD 2026, AJI Bojonegoro Gelar Diskusi Merawat Kemerdekaan Pers untuk Publik

04/05/2026
AJI, KPI, dan GMNI Bojonegoro Gelar Aksi Damai Peringati Hari Kartini di Depan Kantor DPRD

AJI, KPI, dan GMNI Bojonegoro Gelar Aksi Damai Peringati Hari Kartini di Depan Kantor DPRD

21/04/2026
Cerita Pengalaman Berkunjung ke Pak Hoery, Penulis Sastra Jawa di Padangan-Bojonegoro

Cerita Pengalaman Berkunjung ke Pak Hoery, Penulis Sastra Jawa di Padangan-Bojonegoro

26/04/2026

4 Tips Produktif Menulis Ala JFX Hoery, Sang Maestro Sastra Jawa Bojonegoro

29/04/2026
Peringati Hari Kartini 2026, Perpustakaan Unugiri Gelar Talk Show Woman Campus in Kartini Days

Peringati Hari Kartini 2026, Perpustakaan Unugiri Gelar Talk Show Woman Campus in Kartini Days

21/04/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023