Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bisnis

Cerita Rasa Tabokki dan Kreativitas Siti Rohmah Menjalankan Bisnis Kuliner    

Eni Puspita Sari
08/12/2025
Cerita Rasa Tabokki dan Kreativitas Siti Rohmah Menjalankan Bisnis Kuliner    

Mastumapel.com – Keseharian Siti Rohmah (25) disibukkan dengan kegiatan mengajar. Namun, di tengah kesibukannya itu, ia menekuni bisnis kuliner yang telah dia jalankan sejak 2020. Bisnis ini dijalankannya dari rumahnya, di Desa. Beged, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Tabokki, begitulah brand kulinernya. Dengan sistem jual pre-order, Siti menawarkan berbagai variasi dimsum, dimbap, mie pedas, topokki dan banyak lagi variasi sejenisnya.

Topokki merupakan makanan khas Korea Selatan yang berupa kue yang terbuat dari tepung beras dan dipadukan dengan kuah kental dengan cita rasa pedas. Sedangkan dimsum adalah makanan ringan khas Tiongkok. Makanan ini telah populer di Indonesia sebagai jajanan sekarang, tidak sedikit dijual oleh para pedagang kaki lima di Indonesia. Meski begitu Tabokki punya tempat tersendiri di hati para pelanggannya.

Siti mengaku menu paling banyak dicari pelanggannya untuk saat ini adalah variasi topokki dan dimsum. Dia mengatakan bahwa bisnis kuliner adalah salah satu bisnis yang tidak ada surutnya. “Menurutku kuliner itu salah satu usaha yang gak ada matinya. Ya karena topokki & dimsum ini jarang ada yang jual di sekitar sini. Apalagi topokki hampir gak ada” tuturnya saat ditemui Minggu (30/11/2025).

Ide Memulai Bisnis

Ide bisnis kuliner dimulai Siti saat mengerjakan tugas kelompok salah satu mata kuliah, saat masih menjadi mahasiswa Universitas Bojonegoro. Dia bersama dua temannya iuran bersama, dan terkumpul Rp 300 ribu. Uang itu digunakan modal awal Tabokki.

Kenapa memilih makanan topokki dan sejenisnya? Dia menjawab, bahwa dua temannya memiliki hobi menonton serial drama Korea, kemudian dipilihlah makanan jenis topokki ini untuk tugasnya tersebut. “Awal mulanya usaha ini tuh tugas salah satu matkul di kampus, nah tugasnya berkelompok 3 orang, saya dan 2 orang teman saya, Rika & Novi,” jelasnya.

Perempuan yang lulus kuliah pada 2023 tersebut mengaku mendapat respon positif dari keluarga dan teman-temannya. “Dulu karena tugas ya banyak teman dan sanak keluarga yang beli, pada bantu ngelarisi begitu, eh lha kok pada ketagihan dan pada mendukung untuk jualan terus” ungkapnya.

Setelah lulus kuliah, Tabokki dilanjutkan oleh Siti sendiri hingga sekarang. Perempuan ramah ini membagi caranya membangun branding bisnis kulinernya, yaitu salah satunya dengan trik memberikan nama brand yang singkat dan mudah diingat. Nama Tabokki yang memiliki akronim dari kata Ta yang berarti tahu dan bokki berarti tteokbokki (kue beras khas Korea).

“Terus promosi saja di sosial media, dikenalkan ke orang-orang. Kenapa namanya kok Tabokki, awalnya tuh yang bikin nama teman saya Rika. Tapi kok njajal dikei tahu, topokki kurang endul, akhirnya tidak jadi ditambah tahu, tapi namanya masih tetap. Saya tambahi jargon (Rasanya Nabok Banget) begitu deh,” papar Siti.

Saat ini pemasaran paling efektif dilakukan di media sosial seperti Tiktok dan Instagram. “FYP (for you page) Tiktok sama reels Instragram, ngaruh banget pada usaha yang masih di rumahan seperti saya ini,” tuturnya.

Tantangan Dalam Bisnis

Daftar Menu Tabokki

Tantangan dalam berbisnis pastilah ada. Menurut Siti, tantangan yang dia hadapi dalam menjalankan bisnisnya, salah satunya adalah pesaing bisnis kuliner yang semakin banyak. Dia mengatasinya dengan mencari ide kreatif dan inovatif serta aktif mengikuti perkembangan zaman. “Kalau ada tantangan kita tantangin dulu gak sih,” jawabnya bercanda. “Selama ini yang menantang itu jualan tatap muka langsung seperti di stand,  kalo untuk saya. Karena saya biasa jualan di rumah to, kadang masih isin kalo ketemu banyak pembeli. Tapi kalo sudah di tempatnya jadi enggak” tambahnya.

Siti tidak sedikit mendapat tanggapan baik dari para pelanggannya, dia merasa bersyukur. Mereka banyak memberikan testimoni dengan respon baik meski sebagian memberi kritik dan saran. Namun baginya, kritik dinilai bentuk proses mengembangkan usahanya. Siti mengaku mengusahakan kualitas terbaik untuk bahan yang digunakan untuk menjaga kualitas rasa.

“Untuk kualitas rasa cara pemasakan dan waktu pemasakan sangat penting juga. Biasanya ada pelanggan yang komentar lama pembuatannya karena saya tidak ingin rasanya beda, makannya buatnya agak lama” kata Siti.

Perempuan dengan mimpi hidup slow living (menikmati setiap moment) ini berpesan bagi para pebisnis pemula untuk jangan malu memulai dalam hal baik, termasuk berbisnis. “Jangan malu memulai, siapa pun kamu, mumpung masih muda cobalah semua hal jangan sampai menyesal dimasa tua nanti” pungkasnya.

Tags: Bisnis KulinerKuliner ChinaKuliner KoreaTabokki
Previous Post

Ajak Masyarakat Kurangi Volume Sampah, YDTI Gelar Aksi Kampanye Pilah Sampah

Next Post

Jangka Jayabaya Ing Serat Centhini, 2025 Miwiti Jaman Kalasuba

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Kapan Kamu Terakhir Membaca Buku?

Kapan Kamu Terakhir Membaca Buku?

28/05/2026
Warna Warni Rasa Kerupuk Klenteng

Warna Warni Rasa Kerupuk Klenteng

21/05/2026
Kolaborasi Pemuda Seni Bojonegoro, Suarakan Isu Sosial Melalui Panggung Pertunjukan

Kolaborasi Pemuda Seni Bojonegoro, Suarakan Isu Sosial Melalui Panggung Pertunjukan

30/05/2026
Membaca Wigati, Membaca Batin Perempuan Jawa Pesantren

Membaca Wigati, Membaca Batin Perempuan Jawa Pesantren

31/05/2026
Dari Warisan Keluarga, Kerupuk Klenteng Bojonegoro jadi Warisan Budaya Tak Benda

Dari Warisan Keluarga, Kerupuk Klenteng Bojonegoro jadi Warisan Budaya Tak Benda

23/05/2026
Imajinasi Toko Buku dalam Buku

Imajinasi Toko Buku dalam Buku

15/06/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023