Yayasan Daya Tumbuh Indonesia (YDTI) gelar Aksi Kampanye Pilah Sampah di Car Free Day (CFD) Alun-alun Bojonegoro pada Minggu (7/12).
Kampanye ini dirangkai dengan beberapa kegiatan, yaitu; pembacaan puisi, minigames, pembagian bibit, sosialisasi pilah sampah ke pengunjung CFD, dan keliling alun-alun membentangkan poster Sampahku Tanggung Jawabku serta papan edukasi.
Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). YDTI juga menggandeng Pramuka Saka Kalpataru, SMAN Model Terpadu, SMPN Model Terpadu, SMPN 5 Bojonegoro, dan Yayasan Bina Al Idris Bareng dengan mengusung tema Sampahku Tanggung Jawabku.

Kampanye Pilah Sampah bertujuan mengajak masyarakat mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua YDTI, Mutohar Hadib.
“Tujuan kegiatan ini mengajak masyarakat mengurangi volume sampah dan pentingnya pilah sampah dari rumah, sekolah, dan sumber sampah yang lain,” ucapnya.
Kepala DLH Bojonegoro, Luluk Alifah menuturkan bahwa masalah sampah bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi seluruh masyarakat termasuk siswa. “Saya sampaikan terimakasih pada EMCL, Yayasan Daya Tumbuh Indonesia, dan para siswa yang hari ini sangat antusias ikut kampanye ini. Saya berharap adik-adik konsisten memilah sampah di sekolah dan di rumah,” tuturnya.
“Kami berharap bank sampah bisa menjadi ujung tombak dalam pemilahan dan pengelolaan sampah. Sehingga hanya sampah residu saja yang dibawa ke TPA,” imbuhnya.
Jhoni Wicaksono selaku perwakilan EMCL menyambut kegiatan ini dengan hangat. “Kami bangga bisa menjadi bagian dari masyarakat Bojonegoro bersama-sama menularkan kebaikan kepada sesama. Melalui komunitas, kelompok masyarakat akan semakin mudah kita melakukan gerakan budaya kebersihan lingkungan,” tuturnya.
Menurutnya juga, pengelolaan sampah dengan bijak menjadi fondasi pembentukan budaya kebersihan lingkungan di masyarakat. “Budaya bersih dimulai dari cara kita memperlakukan sampah, dikelola, dipilah, dan tidak dibuang sembarangan,” tegas Jhoni.









