Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Bisnis

Hobi Membawa Berkah: Cerita Bisnis Anita Rahayu dari Henna ke Make Up Profesional

Eni Puspita Sari
01/05/2025
Hobi Membawa Berkah: Cerita Bisnis Anita Rahayu dari Henna ke Make Up Profesional

Anita Rahayu/Dokumen Pribadi

“Jangan takut melangkah untuk berbisnis di usia muda. Gagal merupakan hal biasa dalam berbisnis. Yang penting kita mulai dulu, tidak apa apa pelan-pelan”. Begitu ujar Anita Rahayu (24) dalam perbincangan mengenai bisnis yang digelutinya.

Anita menjalankan bisnis jasa make up untuk wedding, preweding, lamaran, karnaval, brithday, dan henna, serta berbagai kegiatan yang memerlukan make up. Guna memudagkan customer, ia memberi brand jasa riasnya dengan nama Anitarhy Makeup Galery.

Perempuan asal Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban ini merupakan sarjana hukum, alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro. Ia memulai jasa make up dan henna sejak dirinya duduk di bangku sekolah MAN 2 Bojonegoro. Anita mempromosikan bisnis jasa make up melalui para tetangganya dan teman-teman. Sekaligus mempromosikannya lewat Instagram, Facebook, WhatsApp dan juga TikTok. Anita lebih sering melayani jasa make up di daerah Bojonegoro dan Tuban. Namun sesekali juga ke Lamongan, Surabaya, hingga Madura.

Dari jasa riasnya dia mematok tarif Rp 150.000 hingga Rp 350.000 untuk satu orang, tergantung kerumitan make up-nya. “Tergantung paketnya. Rias biasa atau mau rias ada prislist-nya sendiri-sendiri. Untuk makeup wedding atau wisuda biasanya Rp150 ribu hingga Rp350 ribu. tergantung lokasinya juga,” terangnya.

Perempuan 24 tahun ini masih menjalankan bisnis jasa riasnya sendiri. Tak dibantu orang lain. Namun ketika banyak tawaran jasa make up seperti ketika musim karnaval, diakui Anita akan melakukannya bersama tim atau bersama, tergantung menyesuaikan tawaran.

“Bisnis alhamdulillah sudah berdiri sendiri, tapi semisal ada job rias banyak, ya sama tim, menyesuaikan job saja,” ceritanya.

Awal Mula Berbisnis

Anita mengawali bisnis jasa riasnya dari hobinya menggambar. Ketika kelas 1 MAN 2, dia mulai membuka jasa henna, kemudian ketika kelas 3, baru mencoba membuka jasa make up.

“Cerita awalnya sebenarnya suka gambar jadi awal mula terjun ke henna dulu waktu sekolah. Terus pas kelas 3 karena aku juga sering job nyanyi kan, terus make up sendiri. Jadi kepikiran nyoba buka jasa make up,” jelasnya.

Bisnis yang sekarang Anita jalankan bukan tanpa perjuangan. Tantangan bisnis disadari oleh perempuan asal Soko ini. Di usia terbilang muda, tidak lantas dijadikannya sebagai halangan. Dia terus belajar untuk bisa terus mengembangkan usahanya.

“Banyak pesaing iya. Yang jadi tantangan ikut tren make up nya. Harus update gaun wedding dan asah skill make up juga. Tapi untuk di desa, Alhamdullilah, (jasanya) masih sering digunakan,” ungkap Anita.

Dari bisnisnya, Anita bisa mendapatkan omset Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per bulan. Perempuan 24 tahun ini merasa bersyukur dan bangga. Dari hasil jasa riasnya, ia gunakan untuk  menyicil bangun rumah dan memberikan ke orang tua.

“Pendapatan tidak menentu ya. Tergantung ramai tidaknya. Biasanya ramai pas musim tanggal mantenan, sepi pas suronan,” ceritanya.

Tips Mengawali Bisnis ala Anita

Ada tips yang dibagikan Anita kepada anak-anak muda yang mencoba menjalankan bisnis jasa rias. Perbanyak buat portofolio dan promo agar menarik pelanggan. “Jangan takut melangkah untuk berbisnis di usia muda. Gagal merupakan hal biasa dalam berbisnis. Yang penting kita mulai dulu, tidak apa apa pelan-pelan. Prioritaskan kualitas dan paling penting potensi diri dan mental yang kuat karena kita akan terjun di masyarakat. Bisnis di usia muda itu enak banget menurutku yang penting modal nya ada dan niat berwirausaha nya, berani mengambil risiko dan tidak takut keluar di zona nyaman,” pungkasnya.

Selalu ada kesempatan ketika ada kemauan, dan terus berusaha belajar. Hal ini dibuktikan dengan jasa rias yang dijalankan Anita pemuda 24 tahun asal Soko ini.

Tags: Anita RahayuBisnisCerita UsahaSosok
Previous Post

Kampus di Bojonegoro Perlu Punya Radio, Kenapa? Ini Penjelasan Broadcaster Iwan Siswoyo

Next Post

Pak Yazid Guru yang Mendidik Menjadi Manusia

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

ARSIP KORAN: Bojonegoro Raih Juara Nasional Insus Kedelai 1992

ARSIP KORAN: Bojonegoro Raih Juara Nasional Insus Kedelai 1992

17/06/2026
Membaca Wigati, Membaca Batin Perempuan Jawa Pesantren

Membaca Wigati, Membaca Batin Perempuan Jawa Pesantren

31/05/2026
Dari Warisan Keluarga, Kerupuk Klenteng Bojonegoro jadi Warisan Budaya Tak Benda

Dari Warisan Keluarga, Kerupuk Klenteng Bojonegoro jadi Warisan Budaya Tak Benda

23/05/2026
Kapan Kamu Terakhir Membaca Buku?

Kapan Kamu Terakhir Membaca Buku?

28/05/2026
Perkuat Identitas Lewat Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

Perkuat Identitas Lewat Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026

17/06/2026
ARSIP KORAN 1980: Bojonegoro Punya 485 Taman Gizi

ARSIP KORAN 1980: Bojonegoro Punya 485 Taman Gizi

15/06/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023