Mastumapel
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita
No Result
View All Result
Mastumapel
No Result
View All Result
Home Mitos & Sejarah

Kisah Cinta Angling Dharma dan Dyah Dursilawati, Tentang Kesetiaan dan Pengorbanan

Redaksi
11/09/2023
Kisah Cinta Angling Dharma dan Dyah Dursilawati, Tentang Kesetiaan dan Pengorbanan

Relief Candi Jago yang konon berisi cerita Angling Dharma

Penulis: Kajar Alit Djati

Angling Dharma merupakan cerita yang sangat populer. Hingga beberapa film mengadopsi cerita ini. Sosok Angling Dharma banyak diteliti oleh para ahli. Dan sejumlah daerah, terutama Bojonegoro (Jawa Timur) dan Pati (Jawa Tengah) mengklaim sebagai daerah bekas kerajaan Malowopati.

Dikisahkan, Angling Dharma adalah titisan Batara Wisnu, dilahirkan dari rahim Pramesti, putri Jayabaya Raja Gendrayana, yang merupakan cucu Yudayana, dam cicit Parikesit. Parikesit adalah putra dari Abimanyu, dan cucu dari Arjuna.

Salah satu kisah yang populer adalah kisah cinta Angling Dharma dengan istrinya, Satyawati. Namun, ada kisah cinta lain yang juga tak kalah menarik. Yakni kisah cinta Angling Dharma dengan Dyah Dursilawati.

Dalam buku ‘Kidung Angling Darma: Transliterasi dan Terjemahan Teks’ yang dilakukan oleh I Made Subandia dan I Made Sudiarga, kisah Angling Dharma dan Dyah Dursilawati banyak diungkap. Buku ini diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta tahun 1996.

Dalam pengantar buku ini disebutkan bahwa Kidung Angling Darma adalah karya sastra lisan Bali tradisonal berbentuk puisi. Naskah diterjemahkan dari huruf Bali ke dalam huruf latin. Buku ini cukup tebal, namun saya mencoba menghadirkan bagian kecil saja dari keseluruhan cerita, yakni sebatas kisah cinta Angling Dharma dan Dyah Dursilawati.

Pertemuan dengan Dyah Dursilawati

Kisah cinta Angling Dharma dan Dyah Dursilawati merupakan sebuah kisah yang dipenuhi dengan elemen keajaiban, pengorbanan, dan keberanian. Dalam kerajaan Malawapati, Angling Dharma dikenal sebagai seorang raja yang sakti, bijaksana dan dicintai oleh rakyatnya.

Dalam suatu perjalanannya, Angling Dharma bertemu dengan Dyah Dursilawati, putri dari Raja Basunonda. Saat itu, Dyah Dursilawati sedang sakit, dan harapan untuk sembuh tampak tipis. Ia putus asa. Namun, dengan keajaiban yang dimilikinya, Angling Dharma berhasil menyembuhkan putri tersebut. Kecantikan hati Dursilawati memukau Angling Dharma, dan dari situlah benih-benih cinta di antara keduanya mulai tumbuh.

Buku Kiding Angling Darma

Pengorbanan dan Cinta Sejati

Setelah pernikahan yang bahagia, Angling Dharma merasa kewajibannya untuk melanjutkan perjalanannya. Namun, Dyah Dursilawati yang hamil tidak ingin ditinggalkan. Mereka memutuskan untuk pergi bersama-sama, diiringi oleh para prajurit dan dijaga oleh patih Batik Madrin. Petualangan mereka membawa mereka ke dalam hutan yang penuh misteri.

Di bawah pohon beringin yang rindang, Dyah Dursilawati menginginkan buah ental yang segar. Ia meminta Batik Madrin untuk mengambilkannya, namun Batik Madrin mengaku tidak bisa memanjat pohon. Angling Dharma dengan keajaibannya berhasil memetik buah itu. Jiwanya masuk ke burung merak yang kemudian terbang untuk mengambil ental. Namun, saat raganya ditinggalkan, Batik Madrin secara diam-diam memasuki tubuh Angling Dharma.

Ujian Cinta dan Keberanian

Akibat dari kejadian itu, tubuh Angling Dharma yang dijiwai oleh Batik Madrin tiba-tiba bangkit dan mulai merayu Dyah Dursilawati. Sementara itu, burung merak yang dijiwai oleh Angling Dharma masih memetik buah ental. Dan ketika burung merak menyadari bahwa tubuh aslinya telah dijiwai oleh Batik Madrin, Angling Dharma marah. Dan terjadilah pertarungan sengit.

Dyah Dursilawati akhirnya bisa pulang ke istana dan bercerita kepada bapaknya, Raja Basunonda. Dyah Dursilawati kembali ke istana dan menyampaikan kisah sebenarnya.

Singkat cerita, Angling Dharma kembali bisa memasuki tubuhnya saat Batik Madrin memamerkan kambingnya yang sakti, yang sebenarnya dijiwai oleh Batik Madrin sendiri. Saat itulah Angling Dharma kembali ke tubuhnya yang asli.

Kesimpulan

Kisah cinta Angling Dharma dan Dyah Dursilawati menunjukkan tentang keajaiban cinta sejati dan pengorbanan. Mereka melewati berbagai ujian dengan keberanian dan kesetiaan yang luar biasa. Kisah ini tetap menginspirasi banyak orang hingga hari ini

TONTON CHANEL PUSTAKASUARA

Tags: Angling DharmaDyah DursilawatiKisahMitosSejarah
Previous Post

9 Jembatan yang Membelah Sungai Bengawan Solo Bojonegoro, Banyak Jadi Objek Wisata

Next Post

Kenapa Hidung Kita Lebih Peka pada Bau Badan Orang Lain daripada Punya Sendiri? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DOWNLOAD BULETIN MASTUMAPEL

KONTEN POPULER

Budaya Karang Kitri: Jawaban Atas Tantangan Kemandirian Pangan Keluarga

Budaya Karang Kitri: Jawaban Atas Tantangan Kemandirian Pangan Keluarga

27/03/2026
Garis Batas: Perjalanan Menyingkap Makna Kehidupan

Garis Batas: Perjalanan Menyingkap Makna Kehidupan

16/04/2026
Peringati Hari Kartini 2026, Perpustakaan Unugiri Gelar Talk Show Woman Campus in Kartini Days

Peringati Hari Kartini 2026, Perpustakaan Unugiri Gelar Talk Show Woman Campus in Kartini Days

21/04/2026
Menjelajahi Baureno, Ini 3 Destinasi Wisata Gerbang Timur Bojonegoro

Menjelajahi Baureno, Ini 3 Destinasi Wisata Gerbang Timur Bojonegoro

26/03/2026
Basa Bojonegaran

Basa Bojonegaran

16/04/2026
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono: Guru Harus Berjiwa Mendidik, Bukan Mengajar

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono: Guru Harus Berjiwa Mendidik, Bukan Mengajar

07/04/2026

Mastumapel.com adalah situs berita online yang menyajikan karya jurnalistik dan fokus pada sejarah, seni, budaya, ekonomi, serta sisi-sisi kehidupan masyarakat Bojonegoro.
Alamat email: [email protected]

© 2023 mastumapel.com

  • Tentang & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Konten
No Result
View All Result
  • Home
  • Bisnis
  • Destinasi
  • Mitos & Sejarah
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Sosok
  • Crita

© 2023